
Gushairi; banyak pelajaran yang diambil dari Seba Baduy 2026
Rangkasbitung (25/4/26) Menjaga alam, menjaga ketahanan pangan, dan berbagi adalah hal-hal yang dapat dipelajari dalam perjalanan Seba Baduy 2026 ini, ujar Dr. Gushairi, S.H.I, MCL, CIPM, CPM, CPArb Hakim Pengadilan Agama Rangkasbitung yang ikut hadir dalam serangkaian kegiatan tersebut. Ada beberapa kegiatan Seba Baduy tersebut dimulai pembukaan, iring-iringan Seba Baduy, Prosesi Ritual Seba Baduy, dan Penutupan Seba Baduy.
Pada proses ritual Seba Baduy, dimulai dengan penyampaian dari tokoh masyarakat baduy, kemudian dilanjutkan dengan sambutan “Bapak Gede” (Bupati Lebak) Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya.
Perjalanan Seba Baduy ini dimulai dengan Perjalanan sejauh 50 km dari kawasan Baduy Dalam hingga Rangkasbitung, dalam tradisi Seba Baduy, warga membawa berbagai hasil bumi sebagai simbol penghormatan kepada pemerintah daerah atau “Bapak Gede” (Bupati Lebak). Hasil bumi yang dibawa antara lain gula aren, pisang, padi, dan produk pertanian lainnya.
Terlihat beberapa tokoh nasional yang hadir dalam pelaksanaan seba baduy tersbeut seperti Adde Rosi Khoerunnisa, anggota DPR RI Komisi X, Bonnie Triyana anggota DPR RI Komisi X, Hercules Rosario de Marshall Ketua Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.
(Penulis: Dr. Gushairi, S.H.I, MCL, CIPM, CPM, CPArb)






